Bikin Kaget! Pengacara Habib Rizieq Jadi Caleg PDIP, Begini Reaksi Kapitra
Loading...
Loading...
Kejutan dari PDIP belum berhenti. Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, juga menjadi caleg partai banteng moncong putih itu.
Kejutan itu diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Kapitra, kata Hasto, diminta masyarakat Sumatera Barat menjadi calon wakil rakyat.
"Ya sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumbar itu betul-betul memang menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP sehingga yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP dari dapil Sumbar," kata Hasto di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018). Hasto menjawab pertanyaan soal kabar Kapitra Ampera menjadi caleg PDIP.
Hasto menegaskan PDIP terbuka untuk semua kalangan. PDIP menyambut baik semua tokoh yang mau berdialog dan bekerja sama membangun bangsa.
"PDIP membangun jati dirinya sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya sehingga mereka yang bergabung dan menyatakan PDIP partai yang berdiri kokoh dengan Pancasila, maka dialog kami lakukan dengan baik," ujar Hasto.
Kapitra akhirnya bicara soal kabar pencalegannya. Kapitra menegaskan belum pernah bertemu dengan Hasto.
Kapitra adalah pengacara Habib Rizieq yang aktif tampil hingga akhirnya penyidikan kasus dugaan chat porno kliennya dihentikan oleh Polri. Kapitra juga mengkritik Persaudaraan Alumni 212 yang mencoret Tuan Guru Bajang dari daftar rekomendasi capres.
Didaftarkan Caleg PDIP, Kapitra: Wallahi, Saya Tak Pernah Ketemu Hasto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan kabar partainya mengusung pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, sebagai caleg wilayah Sumatera Barat. Kapitra menegaskan belum pernah bertemu Hasto.
"Wallahi, seumur hidup saya belum pernah bertemu Hasto, belum pernah bicara sama Hasto. Wallahi," kata Kapitra saat dikonfirmasi, Selasa (17/7/2018).
Kapitra mengecek pernyataan Hasto yang mengatakan bahwa pencalegan dirinya adalah atas aspirasi masyarakat Sumatera Barat. Dia menegaskan aspirasi itu menjadi urusan partai, tak terkait dengan dirinya.
"Kalau itu yang diminta aspirasi masyarakat Sumatera Barat, ya itu urusan partai," ujarnya.
Ditanya lagi apakah dirinya benar menjadi caleg PDIP, Kapitra mengatakan dirinya tak pernah punya rencana nyaleg. Dia juga mengatakan pernah mendapat tawaran untuk bergabung ke dalam parpol. Kapitra tidak secara tegas menerima atau menolak tawaran tersebut. Dia hanya mengatakan amal perbuatan akan mendapat ganjaran yang lebih baik saat dilakukan dalam kondisi sulit.
"Begini, ladang amal yang punya nilai tinggi itu di tempat yang punya kesulitan lebih tinggi, di tempat yang komunitasnya minoritas, di tempat yang background-nya dan polemik yang begitu marak. Bagaimana mendirikan ukhuwah keimanan, dan rahmatan lil alamin di tengah-tengah gurun pasir, di tengah pasar, di tengah gurun pasir, di tengah mal, di tempat yang kering, itu adalah jihad yang sebenarnya. Dengan itu kita memberikan akhlakul karimah mencegah orang dari nahi mungkar karena kita ikut berkontribusi positif," ujar Kapitra menjawab pertanyaan apakah dirinya benar menjadi caleg PDIP.
"Dan hal itu, dibandingkan kalau semua orang (hanya ada) dalam satu komunitas, tak akan ada perbaikan di tempat lain. Jadi kalau ada tawaran untuk beramal saleh di ladang yang kering, di tempat terbuka, di tempat yang banyak persepsi dan komunitas, itulah yang jadi tantangan. Bahwa berlian itu akan tetap berharga di manapun dia ditempatkan," sambungnya.
Kapitra melihat ada tantangan yang dapat dilakukan jika memang harus bergabung dengan parpol. Meski demikian, pengacara Habib Rizieq Syihab ini menunggu pihak parpol yang mengumumkan. Dia tak menyebut parpol yang dimaksudnya.
"Saya pernah diajak masuk ke dalam parpol dan mencoba amar makruf nahi mungkar dan menjalankan akhlakul karimah, jadi contoh yang baik. Ini tentu bisa kita pertimbangkan, tapi bukan karena jabatannya. Tapi saya perlu komunikasikan dengan para ulama dan orang tua. Salah satunya Habib Rizieq," imbuhnya lagi.
"Kalau saya belum dengar release resmi. Kita tunggu saja yang resmi," tambahnya.
Kejutan itu diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Kapitra, kata Hasto, diminta masyarakat Sumatera Barat menjadi calon wakil rakyat.
"Ya sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumbar itu betul-betul memang menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP sehingga yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP dari dapil Sumbar," kata Hasto di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018). Hasto menjawab pertanyaan soal kabar Kapitra Ampera menjadi caleg PDIP.
Hasto menegaskan PDIP terbuka untuk semua kalangan. PDIP menyambut baik semua tokoh yang mau berdialog dan bekerja sama membangun bangsa.
"PDIP membangun jati dirinya sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya sehingga mereka yang bergabung dan menyatakan PDIP partai yang berdiri kokoh dengan Pancasila, maka dialog kami lakukan dengan baik," ujar Hasto.
Kapitra akhirnya bicara soal kabar pencalegannya. Kapitra menegaskan belum pernah bertemu dengan Hasto.
Kapitra adalah pengacara Habib Rizieq yang aktif tampil hingga akhirnya penyidikan kasus dugaan chat porno kliennya dihentikan oleh Polri. Kapitra juga mengkritik Persaudaraan Alumni 212 yang mencoret Tuan Guru Bajang dari daftar rekomendasi capres.
Didaftarkan Caleg PDIP, Kapitra: Wallahi, Saya Tak Pernah Ketemu Hasto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan kabar partainya mengusung pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, sebagai caleg wilayah Sumatera Barat. Kapitra menegaskan belum pernah bertemu Hasto.
"Wallahi, seumur hidup saya belum pernah bertemu Hasto, belum pernah bicara sama Hasto. Wallahi," kata Kapitra saat dikonfirmasi, Selasa (17/7/2018).
Kapitra mengecek pernyataan Hasto yang mengatakan bahwa pencalegan dirinya adalah atas aspirasi masyarakat Sumatera Barat. Dia menegaskan aspirasi itu menjadi urusan partai, tak terkait dengan dirinya.
"Kalau itu yang diminta aspirasi masyarakat Sumatera Barat, ya itu urusan partai," ujarnya.
Ditanya lagi apakah dirinya benar menjadi caleg PDIP, Kapitra mengatakan dirinya tak pernah punya rencana nyaleg. Dia juga mengatakan pernah mendapat tawaran untuk bergabung ke dalam parpol. Kapitra tidak secara tegas menerima atau menolak tawaran tersebut. Dia hanya mengatakan amal perbuatan akan mendapat ganjaran yang lebih baik saat dilakukan dalam kondisi sulit.
"Begini, ladang amal yang punya nilai tinggi itu di tempat yang punya kesulitan lebih tinggi, di tempat yang komunitasnya minoritas, di tempat yang background-nya dan polemik yang begitu marak. Bagaimana mendirikan ukhuwah keimanan, dan rahmatan lil alamin di tengah-tengah gurun pasir, di tengah pasar, di tengah gurun pasir, di tengah mal, di tempat yang kering, itu adalah jihad yang sebenarnya. Dengan itu kita memberikan akhlakul karimah mencegah orang dari nahi mungkar karena kita ikut berkontribusi positif," ujar Kapitra menjawab pertanyaan apakah dirinya benar menjadi caleg PDIP.
"Dan hal itu, dibandingkan kalau semua orang (hanya ada) dalam satu komunitas, tak akan ada perbaikan di tempat lain. Jadi kalau ada tawaran untuk beramal saleh di ladang yang kering, di tempat terbuka, di tempat yang banyak persepsi dan komunitas, itulah yang jadi tantangan. Bahwa berlian itu akan tetap berharga di manapun dia ditempatkan," sambungnya.
Kapitra melihat ada tantangan yang dapat dilakukan jika memang harus bergabung dengan parpol. Meski demikian, pengacara Habib Rizieq Syihab ini menunggu pihak parpol yang mengumumkan. Dia tak menyebut parpol yang dimaksudnya.
"Saya pernah diajak masuk ke dalam parpol dan mencoba amar makruf nahi mungkar dan menjalankan akhlakul karimah, jadi contoh yang baik. Ini tentu bisa kita pertimbangkan, tapi bukan karena jabatannya. Tapi saya perlu komunikasikan dengan para ulama dan orang tua. Salah satunya Habib Rizieq," imbuhnya lagi.
"Kalau saya belum dengar release resmi. Kita tunggu saja yang resmi," tambahnya.
sumber;http://www.popnesia.com/2018/07/bikin-kaget-pengacara-habib-rizieq-jadi.html
0 Response to "Bikin Kaget! Pengacara Habib Rizieq Jadi Caleg PDIP, Begini Reaksi Kapitra"
Posting Komentar