Lihat! Kena Semprot Prabowo Soal AHY Anak Kecil, Waketum Gerindra Malah...
Loading...
Loading...
Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono baru-baru ini menyebut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) anak kecil. Karena hal itu, ia mendapat teguran dari sang ketum, Prabowo Subianto, Poyuono pun diperintahkan meminta maaf kepada Ketua Kogasma Partai Demokrat itu.
Teguran disampaikan Prabowo kepada Poyuono melalui pesan WhatsApp.
Menurut Prabowo, pernyataan Poyuono dianggap telah melampaui kewenangannya, terlebih saat ini Gerindra sedang menjajaki peluang berkoalisi dengan Demokrat.
"Saya tidak menganggap Saudara AHY seorang anak kecil. Pengalaman beliau selama di TNI dan sekolah beliau di dalam dan luar negeri menunjukkan beliau memiliki kapabilitas," demikian kata Prabowo dalam surat teguran kepada Poyuono.
"Saudara Arief Poyuono, saya sangat menyesal mendengar Anda membuat komentar tentang rencana kita berkoalisi dengan Partai Demokrat. Pernyataan tersebut di luar wewenang Anda dan sangat tidak memiliki dasar," tambah Prabowo.
Dalam tegurannya itu, Prabowo menekankan pernyataan politik sepenuhnya ada di tangannya dan orang-orang suruhannya. Ia lalu meminta Poyuono meminta maaf kepada AHY dan Demokrat.
"Ini merupakan teguran. Saya berharap Anda dapat membuat statement keterangan pers untuk mencabut pernyataan Anda dan menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Demokrat," tulis Prabowo.
"Saya minta Anda juga berkonsultasi dengan Sekjen Partai Gerindra tentang hal ini. Saya kira perlu ada pelurusan karena kita dalam tahap-tahap yang sangat penting dalam menyusun rencana-rencana penyelamatan bangsa Indonesia," pungkas eks Danjen Kopassus itu.
Lalu, bagaimana tanggapan Puyuono atas teguran sang ketua umu itu
Saat dikonfirmasi, Poyuono menjelaskan perihal teguran Prabowo tersebut. Masalah ini berawal saat ia ditanya soal kemungkinan Prabowo berpasangan dengan AHY pada Pilpres 2019.
Ia menjawab tidak setuju karena menilai AHY belum punya pengalaman politik yang cukup untuk menjadi cawapres
"Saya menyebut dia itu anak boncel, nggak punya pengalaman. Konteksnya kan ada pertanyaan mengenai Prabowo dipasangkan dengan AHY. Saya bilang, sangat tidak mungkin kalau militer sama militer. Kedua, AHY itu kan belum punya pengalaman, masih boncel dalam politik," ujarnya, Senin (23/7).
Yang mengejutkan, perihal diminta meminta maaf oleh Prabowo, dengan tegas Poyuono menolaknya. Ia enggan meminta maaf kepada putra sulung Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Saya nggak mau minta maaflah. Nggaklah. Ngapain? Wong tujuan saya benar kok supaya AHY jadi kuat. Kan yang ngomong bukan saya saja. Banyak yang ngomong AHY seperti itu. Nah AHY harus buktikan," sebutnya.
Menurut dia, kritik seperti yang disampaikannya diperlukan AHY. Poyuono menilai AHY masih butuh ditempa dan dikritik agar tumbuh menjadi pemimpin besar yang kuat.
sumber:http://jitunews.com/read/83465/lihat-kena-semprot-prabowo-soal-ahy-anak-kecil-waketum-gerindra-malah#ixzz5M7xH2fyR
Teguran disampaikan Prabowo kepada Poyuono melalui pesan WhatsApp.
Menurut Prabowo, pernyataan Poyuono dianggap telah melampaui kewenangannya, terlebih saat ini Gerindra sedang menjajaki peluang berkoalisi dengan Demokrat.
"Saya tidak menganggap Saudara AHY seorang anak kecil. Pengalaman beliau selama di TNI dan sekolah beliau di dalam dan luar negeri menunjukkan beliau memiliki kapabilitas," demikian kata Prabowo dalam surat teguran kepada Poyuono.
"Saudara Arief Poyuono, saya sangat menyesal mendengar Anda membuat komentar tentang rencana kita berkoalisi dengan Partai Demokrat. Pernyataan tersebut di luar wewenang Anda dan sangat tidak memiliki dasar," tambah Prabowo.
Dalam tegurannya itu, Prabowo menekankan pernyataan politik sepenuhnya ada di tangannya dan orang-orang suruhannya. Ia lalu meminta Poyuono meminta maaf kepada AHY dan Demokrat.
"Ini merupakan teguran. Saya berharap Anda dapat membuat statement keterangan pers untuk mencabut pernyataan Anda dan menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Demokrat," tulis Prabowo.
"Saya minta Anda juga berkonsultasi dengan Sekjen Partai Gerindra tentang hal ini. Saya kira perlu ada pelurusan karena kita dalam tahap-tahap yang sangat penting dalam menyusun rencana-rencana penyelamatan bangsa Indonesia," pungkas eks Danjen Kopassus itu.
Lalu, bagaimana tanggapan Puyuono atas teguran sang ketua umu itu
Saat dikonfirmasi, Poyuono menjelaskan perihal teguran Prabowo tersebut. Masalah ini berawal saat ia ditanya soal kemungkinan Prabowo berpasangan dengan AHY pada Pilpres 2019.
Ia menjawab tidak setuju karena menilai AHY belum punya pengalaman politik yang cukup untuk menjadi cawapres
"Saya menyebut dia itu anak boncel, nggak punya pengalaman. Konteksnya kan ada pertanyaan mengenai Prabowo dipasangkan dengan AHY. Saya bilang, sangat tidak mungkin kalau militer sama militer. Kedua, AHY itu kan belum punya pengalaman, masih boncel dalam politik," ujarnya, Senin (23/7).
Yang mengejutkan, perihal diminta meminta maaf oleh Prabowo, dengan tegas Poyuono menolaknya. Ia enggan meminta maaf kepada putra sulung Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Saya nggak mau minta maaflah. Nggaklah. Ngapain? Wong tujuan saya benar kok supaya AHY jadi kuat. Kan yang ngomong bukan saya saja. Banyak yang ngomong AHY seperti itu. Nah AHY harus buktikan," sebutnya.
Menurut dia, kritik seperti yang disampaikannya diperlukan AHY. Poyuono menilai AHY masih butuh ditempa dan dikritik agar tumbuh menjadi pemimpin besar yang kuat.
sumber:http://jitunews.com/read/83465/lihat-kena-semprot-prabowo-soal-ahy-anak-kecil-waketum-gerindra-malah#ixzz5M7xH2fyR
0 Response to "Lihat! Kena Semprot Prabowo Soal AHY Anak Kecil, Waketum Gerindra Malah..."
Posting Komentar